Sosial Media Kami
Keunikan yang Lahir dari Surau Quran

Potret Perbedaan Potensi, kecenderungan minat dan Kemandirian pada Santri Kembar Identik di MTs Surau Quran Boarding School
1. “Kembar dalam kelahiran, dekat dalam perjalanan, berbeda dalam kecakapan.”
Setiap anak memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Hal tersebut menjadi menarik ketika ditemukan pada dua santri kembar identik di MTs Surau Quran Boarding School.
sebut saja mereka adalah Imam dan Ayman. Mereka adalah dua santri kembar identik yang memiliki hasil IQ yang berbeda meskipun kembar. Hal tersebut tergambar melalui hasil Test Psikologi santri yang di gelar 2 minggu yang lalu. Perbedaan tersebut juga terlihat pada kecenderungan minat mereka.
Ayman menunjukkan kecenderungan minat pada bidang Art/Seni dan Science, hal ini tampak dari hasil coretan-coretannya dalam beberapa kegiatan selama di Madrasah. Sementara Imam lebih cenderung memiliki arah minat dalam Pribadi Sosial, komunikasi dan juga Science, hal ini terpampang jelas dari ukiran presatasinya melalui hasil karya tulis yang mengantarkan dirinya menjadi salah satu Duta Literasi di Madrasah selama 4 Semester berturut-turut.
Menariknya, pada sisi lain perbedaan diantara keduanya tidak mengurangi keterikatan kuat dalam diri mereka. Mereka hampir selalu bersama, sering bertengkar tetapi tetap saling membutuhkan. Ketika salah satu sakit, yang lain akan merawat, dan bahkan mereka pun belum bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk rolling kamar saat di asrama.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa hasil IQ bukanlah ukuran siapa yang lebih pintar dan kecenderungan minat bukanlah label masa depan. Keduanya adalah informasi untuk membantu pendidik memahami setiap anak secara lebih personal.
Melalui Program Bimbingan karir dari Unit Layanan BK-SUQUR, keduanya memilih sekolah lanjutan yang tetap harus sama, padahal mereka memiliki kecenderungan minat yang berbeda, namun tetap ingin selalu Bersama.
Bagi guru BK, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mempersiapkan dua anak yang memiliki kecenderungan minat berbeda, tetapi masih ingin selalu berjalan bersama? Terlebih ketika kelak pilihan pendidikan dan karier dapat membawa mereka ke arah yang berbeda.
Melalui proses layanan konseling individual, klasikal ataupun layanan peminatan karir, keduanya perlu belajar bahwa mandiri tidak berarti kehilangan kedekatan. Mereka dapat memilih sekolah lanjutan atau karier yang berbeda, namun tetap menjadi saudara yang saling mendukung.
2. Keunikan sebagai Bagian dari Tanda Kebesaran Allah
Fenomena Ayman dan Imam juga dapat dilihat dari perspektif pendidikan Islam. Dalam QS. Ar-Rum ayat 22, Allah menyebut perbedaan bahasa dan warna sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya. Hal ini mengingatkan bahwa perbedaan merupakan bagian dari sunnatullah.
Dalam pendidikan, setiap anak dapat memiliki kemampuan, kecenderungan minat, karakter, dan proses perkembangan yang berbeda. Bahkan pada santri kembar identik sekalipun seperti Ayman dan Imam, kemiripan biologis tidak menjadikan mereka sepenuhnya sama.
Pada akhirnya:
“Wajah anak boleh saja sama tetapi potensi, kecenderungan minat, dan jalan pertumbuhan setiap anak tetap unik.”
Inilah salah satu keunikan yang lahir dari Surau Quran, bahwa pendidikan bukan tentang menjadikan semua anak sama, tetapi membantu setiap anak mengenali dirinya, mengembangkan kecakapannya, membangun karakternya, dan berani menempuh masa depannya dengan caranya sendiri.
Konselor Madrasah : Rada Desviana

