Lokakarya Pendidikan MTs Surau Qur’an menjadi momen penting dalam penguatan mutu pembelajaran dan pemahaman kurikulum madrasah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan menghadirkan tiga materi utama: Deep Learning, Kurikulum Cinta, dan Kurikulum Madrasah.
Seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan tiga materi penting yang sedang relevan dalam dunia pendidikan madrasah, yaitu: Pendekatan Deep Learning, Kurikulum Cinta, dan Kurikulum Madrasah.
Deep Learning: Bukan Sekadar Menghafal
Materi pertama mengenalkan pendekatan Deep Learning dalam proses belajar. Pendekatan ini menekankan pentingnya berpikir kritis, memahami konsep secara mendalam, dan menghubungkan ilmu dengan kehidupan nyata.
Guru diajak meninggalkan cara lama yang hanya berfokus pada hafalan. Mereka belajar cara membangun kelas yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Sesi ini juga menghadirkan simulasi pembelajaran berbasis masalah. Guru-guru terlihat antusias saat berdiskusi dan menyusun strategi pembelajaran baru.
“Siswa butuh lebih dari sekadar nilai ujian. Mereka perlu belajar untuk berpikir, bertanya, dan memecahkan masalah,” ujar salah satu pemateri.
Kurikulum Cinta: Mendidik dengan Hati dan Empati
Materi kedua membahas tentang Kurikulum Cinta. Konsep ini sedang digagas oleh Kementerian Agama dan mulai diterapkan di berbagai madrasah.
Kurikulum Cinta mengajak guru untuk menciptakan suasana belajar yang ramah dan penuh kasih. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan memahami kondisi emosional siswa.
Peserta lokakarya melakukan refleksi dan diskusi tentang bagaimana membangun kelas yang nyaman. Mereka juga berbagi pengalaman saat menghadapi siswa yang sulit fokus atau mengalami masalah pribadi.
Baca lebih lanjut tentang Kurikulum Cinta di situs resmi Kemenag.
Kurikulum Madrasah: Ilmu dan Iman Berjalan Seiring
Materi terakhir membahas Kurikulum Madrasah. Kurikulum ini menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai keislaman.
Guru diajak untuk melihat kembali isi RPP dan menyesuaikannya dengan visi madrasah. Mereka mencoba menyisipkan nilai-nilai karakter, akhlak, dan spiritualitas dalam setiap materi.
Sesi ini juga membahas tantangan guru dalam mengintegrasikan nilai agama ke dalam pelajaran umum. Peserta menyampaikan ide-ide kreatif agar nilai-nilai Islam tidak hanya hadir di pelajaran PAI, tetapi juga di mata pelajaran lain.
“Kurikulum madrasah harus mampu membentuk siswa yang cerdas dan beriman,” kata narasumber.
Guru Antusias dan Siap Bertransformasi
Lokakarya berlangsung dengan semangat tinggi. Guru-guru terlihat aktif, semangat berdiskusi, dan terbuka terhadap pembaruan cara mengajar.
Banyak peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Mereka mendapatkan ide baru dan merasa lebih percaya diri untuk mengajar dengan pendekatan yang lebih menyentuh hati.
Penutup: Madrasah Siap Bergerak Lebih Maju
Melalui lokakarya ini, MTs Surau Qur’an menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dan berkembang. Tiga materi utama — Deep Learning, Kurikulum Cinta, dan Kurikulum Madrasah — menjadi fondasi penting untuk membangun pembelajaran yang bermakna dan menyeluruh.
Guru bukan hanya penyampai materi, tapi pembentuk karakter. Dan madrasah bukan sekadar tempat belajar, tapi tempat menumbuhkan jiwa dan iman.
Created by : Nofri Ahmad Candra
