Tanah Datar, 24 September 2025 – MTs Surau Qur’an Boarding School kembali menggelar acara tahunan yang ditunggu-tunggu, BELSUQUR II (Belajar Bersama Surau Qur’an). Kegiatan ini menghadirkan suasana meriah sekaligus penuh makna, sebab tidak hanya berisi perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter bagi generasi muda.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat di halaman madrasah. Sejak pagi, para peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Tanah Datar mulai berdatangan. Mereka hadir dengan seragam rapi, semangat berapi-api, serta wajah penuh antusiasme. Dengan begitu, sejak awal, aura positif langsung terasa di tengah lapangan.
Latar Belakang dan Semangat BELSUQUR II
BELSUQUR adalah singkatan dari Belajar Bersama Surau Qur’an. Nama ini dipilih bukan tanpa alasan. Madrasah ingin menghadirkan sebuah program yang mampu menyatukan aspek pendidikan, disiplin, dan nilai Qur’ani dalam satu kegiatan besar.
Pada tahun pertama, BELSUQUR sukses mempertemukan puluhan sekolah dan melahirkan kesan mendalam bagi siswa maupun guru pendamping. Karena keberhasilan tersebut, panitia merasa perlu melanjutkan ke tahun kedua dengan konsep yang lebih matang. Selain itu, permintaan dari masyarakat juga semakin besar agar kegiatan ini terus berlanjut.
BELSUQUR II hadir bukan sekadar lomba. Ia menjadi wadah silaturahmi antar sekolah, sarana pembinaan mental, sekaligus ruang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Oleh karena itu, sejak awal panitia berkomitmen menjadikannya tradisi tahunan yang memberi dampak nyata bagi pendidikan Islam di Sumatera Barat.
Kehadiran Tokoh Penting di Pembukaan
Acara pembukaan BELSUQUR II semakin istimewa dengan hadirnya Wali Nagari serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar. Kehadiran pejabat ini membuktikan bahwa kegiatan pendidikan Islam mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Tanah Datar memberikan apresiasi tinggi. Ia menyampaikan,
“BELSUQUR adalah investasi berharga. Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi Qur’ani yang cerdas, disiplin, serta berakhlak mulia. Madrasah dan sekolah Islam harus terus berinovasi agar mampu melahirkan lulusan terbaik yang siap menghadapi tantangan zaman.”
Beliau juga menekankan pentingnya keberlanjutan.
“BELSUQUR jangan berhenti hanya sebagai lomba tahunan. Kita perlu menjadikannya tradisi baik yang memberi warna positif bagi masyarakat dan pendidikan kita.”
Sementara itu, Wali Nagari mengungkapkan rasa bangga terhadap MTs Surau Qur’an yang konsisten menggelar acara bermanfaat.
“Kegiatan ini bukan hanya milik madrasah, tetapi milik nagari kita. Anak-anak yang lahir dari acara ini akan menjadi kebanggaan bersama. Semoga BELSUQUR terus tumbuh menjadi agenda besar yang memperkuat identitas pendidikan Islami di Tanah Datar,” ujarnya penuh semangat.
Rangkaian Lomba yang Mengasah Karakter
Panitia menyusun tiga cabang lomba utama dalam BELSUQUR II. Setiap lomba dirancang tidak hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga untuk melatih keterampilan, kedisiplinan, dan kecintaan siswa terhadap ilmu.
-
Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB)
Lomba ini menjadi ajang unjuk kedisiplinan. Para siswa tampil dengan barisan rapi, aba-aba tegas, dan gerakan penuh energi. Sorak dukungan dari teman-teman mereka menambah semangat di lapangan. Dengan demikian, lomba PBB bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk mental kepemimpinan serta kekompakan tim. -
Lomba Rangking 1
Perlombaan ini menghadirkan suasana menegangkan sekaligus menyenangkan. Siswa diuji dalam berbagai bidang pengetahuan, mulai dari matematika, bahasa, hingga ilmu sosial. Setiap pertanyaan dijawab cepat, dan siapa yang terlambat langsung tersisih. Karena itu, lomba ini benar-benar melatih konsentrasi, kecepatan berpikir, dan keberanian siswa. -
Lomba Cerdas Qur’an
Inilah inti dari BELSUQUR. Peserta menunjukkan hafalan ayat, pemahaman tajwid, serta menjawab pertanyaan seputar Al-Qur’an dan keislaman. Suasana menjadi haru ketika siswa melantunkan ayat-ayat suci dengan fasih. Dengan lomba ini, terlihat jelas bahwa anak-anak madrasah memiliki kecintaan mendalam kepada Al-Qur’an.
Antusiasme Peserta dan Dukungan Guru
Sejak awal, peserta menunjukkan semangat luar biasa. Mereka berlatih berhari-hari sebelum lomba, dibimbing oleh guru-guru yang sabar dan penuh dedikasi. Tidak hanya itu, orang tua juga ikut mendukung dengan memberi motivasi agar anak tampil percaya diri.
Seorang guru pendamping mengungkapkan,
“Kami bangga melihat anak-anak tampil dengan penuh keyakinan. BELSUQUR memberi kesempatan mereka untuk menunjukkan potensi yang selama ini terpendam.”
Suasana lapangan menjadi bukti antusiasme itu. Ada keceriaan, ada ketegangan, dan ada rasa bangga yang memancar dari setiap wajah.
Dukungan Stakeholder dan Sinergi yang Terjalin
Kesuksesan BELSUQUR II tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Pemerintah nagari, Kantor Kemenag, masyarakat sekitar, bahkan alumni madrasah ikut membantu. Dengan kolaborasi ini, acara dapat berjalan lancar dan memberi manfaat lebih luas.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Sinergi ini menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, di mana madrasah menjadi pusat pembinaan akhlak dan pengetahuan.
Penghargaan dan Penutupan Acara
Setiap pemenang lomba memperoleh trophy, sertifikat, serta hadiah menarik. Panitia juga memberikan sertifikat keikutsertaan untuk seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz madrasah. Doa itu menjadi penanda harapan agar BELSUQUR III di tahun berikutnya lebih besar, lebih meriah, dan lebih bermanfaat.
Harapan untuk Masa Depan
BELSUQUR II telah membuktikan bahwa kegiatan pendidikan bisa dikemas dengan menarik dan penuh makna. Dengan adanya acara ini, generasi muda semakin bersemangat belajar, berdisiplin, dan mencintai Al-Qur’an.
Harapannya, BELSUQUR tidak hanya berhenti di Tanah Datar, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Sumatera Barat. Jika kegiatan seperti ini terus berlanjut, maka akan lahir generasi Qur’ani yang mampu memimpin bangsa dengan ilmu, iman, dan akhlak mulia.
Kesimpulan
BELSUQUR II MTs Surau Qur’an 2025 bukan sekadar perlombaan, melainkan tonggak penting dalam membangun karakter siswa. Kehadiran Wali Nagari dan Kakan Kemenag memberi semangat lebih, sementara dukungan masyarakat membuat acara ini semakin berarti.
